Pembentukan Klub



Sebelum berinvestasi di Leipzig, Red Bull GmbH, yang diperintah oleh co-pemilik Dietrich Mateschitz, cari tiga 1/2 tahun untuk tempat yang pas untuk investasi dalam sepak bola Jerman. Kecuali Leipzig, perusahaan memperhitungkan tempat di Jerman Barat serta menelusuri beberapa kota seperti Hamburg, Munich, serta Düsseldorf. 


Perusahaan lakukan usaha pertama untuk masuk arena sepak bola Jerman di tahun 2006. Atas pendapat Franz Beckenbauer, rekan pribadi Dietrich Mateschitz, perusahaan putuskan untuk berinvestasi di Leipzig. Club sepak bola lokal FC Sachsen Leipzig, alternatif bekas juara Jerman Timur BSG Chemie Leipzig, sudah sekian tahun alami kesusahan keuangan. Red Bull GmbH membuat gagasan untuk berinvestasi sampai 50 juta euro di club. Perusahaan berencana pengambilalihan, dengan perkembangan warna team serta nama club. Yang terjebak dalam penataan ialah pebisnis film Michael Kölmel, sponsor FC Sachsen Leipzig serta pemilik Zentralstadion. Pada 2006, FC Sachsen Leipzig bermain di Oberliga, di saat itu tingkat ke-4 dalam skema liga sepak bola Jerman. Bermain pada tingkat ke-4, club harus jalani mekanisme lisensi Perkumpulan Sepak Bola Jerman (DFB). Red Bull GmbH serta club hampir capai persetujuan, tapi gagasan itu diveto oleh DFB, yang menampik saran nama club baru "FC Red Bull Sachsen Leipzig" serta takut kebanyakan impak dari perusahaan. Sesudah beberapa bulan protes fans pada keterkaitan Red Bull, yang lebih buruk jadi kekerasan, perusahaan dengan cara sah meremehkan gagasan itu. 

Red Bull GmbH selanjutnya berubah ke Jerman Barat. Perusahaan berkontak dengan club sekte yang berbasiskan di Hamburg FC St. Pauli, yang diketahui sebab pendukungnya yang cenderung ke kiri, serta berjumpa dengan perwakilan club untuk mengulas persetujuan sponsor. Beberapa saat awalnya, beberapa simpatisan FC St. Pauli sudah berperan serta dalam protes melawan pengambilalihan Red Bull atas SV Austria Salzburg. Sesudah jadi jelas buat faksi Hamburg jika perusahaan mempunyai gagasan yang jauh melebihi sponsor konservatif, selekasnya akhiri contact, serta pertanyaan itu serta belum pernah sampai ke manajemen club. Perusahaan selanjutnya berkontak dengan TSV 1860 Munich. Negosiasi diawali dibalik pintu tertutup, tapi club tidak tertarik pada investasi serta akhiri contact. 

Di tahun 2007, Red Bull GmbH membuat gagasan untuk berinvestasi di Fortuna Düsseldorf, club tradisionil dengan riwayat lebih dari pada 100 tahun. [21] Gagasan jadi publik serta tersingkap jika perusahaan ingin mengakuisisi lebih dari pada 50 % saham. Isu menebar jika perusahaan ingin mengubah nama club "Red Bull Düsseldorf" atau sama. Gagasan itu selekasnya mendapatkan protes liar dari simpatisan club. [7] Seperti juga FC Sachsen Leipzig, gagasan itu alami kesusahan hukum: budget fundamen DFB tidak sangat mungkin untuk mengganti nama club untuk maksud iklan atau investor external untuk mendapatkan suara paling banyak. Pada akhirnya, gagasan itu tidak diterima keras oleh anggota club. Perusahaan kembali pada Jerman Timur. 

Leipzig dipandang seperti tempat paling memberikan keuntungan untuk berinvestasi. Kekuatan untuk membangun club baru di Leipzig terlihat besar. Kota ini mempunyai riwayat yang kaya dalam sepak bola, jadi tempat tatap muka untuk pendirian DFB serta rumah dari juara sepak bola nasional Jerman pertama, VfB Leipzig. [6] Semasa GDR, team-team lokal seperti 1. FC Lokomotif Leipzig serta lawannya, BSG Chemie Leipzig, bermain di level paling tinggi skema liga sepakbola Jerman Timur, serta di level internasional. Tetapi, situasi sepakbola sekarang ini jelek. Tidak ada team dari kota sudah bermain di Bundesliga semenjak 1994, [24] serta tidak ada team yang bermain di liga karieronal semenjak 1998. [7] Dua team paling baik akan selekasnya bermain di Oberliga, serta sepak bola lokal terganggu oleh kekerasan fans. [6] Kota ini haus akan sepakbola tingkat atas. [25] [26] Leipzig mempunyai populasi seputar 500.000 jiwa. Kota ini berkekuatan ekonomi serta kekuatan fans yang besar. Di saat yang sama, tidak ada club Bundesliga dalam ruang luas dari kota, yang makin menguatkan peluang untuk menarik sponsor serta fans.

Di Leipzig, infrastruktur teladan dapat diketemukan. Kota ini mempunyai lapangan terbang besar, koneksi jalan raya, serta yang penting: stadion sepak bola kekinian yang besar.  Zentralstadion ialah sisa venue Piala Dunia FIFA 2006 serta stadion sepak bola paling besar ke-2 di timur Jerman, sesudah Olympiastadion di Berlin.

Popular posts from this blog

Kenyan Head of state William Ruto stated Wednesday

Ending up being Native: The increase of Eastern Métis in Canada

the youngest participant of the art-dealing Nahmad