Sekilas Tentang RB Leipzig
RasenBallsport Leipzig e.V., biasanya diketahui untuk RB Leipzig, ialah club sepak bola karieronal Jerman yang berbasiskan di Leipzig, Saxony. Club ini dibangun di tahun 2009 atas prakarsa perusahaan Red Bull GmbH, yang beli hak bermain team lapis ke-5 SSV Markranstädt bermaksud memajukan club baru ke Bundesliga dalam delapan tahun. Club sepak bola karieronal pria digerakkan oleh organisasi spin-off RasenBallsport Leipzig GmbH. RB Leipzig mainkan laga kandangnya di Red Bull Ajang.
Dalam musim pertamanya pada 2009-10, RB Leipzig memimpin NOFV-Oberliga Süd (V) serta dipropagandakan untuk juara Regionalliga Nord (IV). RB Leipzig memenangi musim Regionalalliga Nordost 2012–13 tanpa ada kekalahan tunggal serta dipropagandakan ke 3. Liga (III), selanjutnya mengakhiri musim 2013–14 3. Liga untuk runner-up serta dipropagandakan ke 2. Bundesliga (II) ) untuk team pertama semenjak Liga 3. dikenalkan untuk memenangi promo sesudah cuma satu musim.
Pada 8 Mei 2016, RB Leipzig pastikan promo ke Bundesliga untuk musim 2016-17 dengan kemenangan 2-0 atas Karlsruher SC. [2] Setahun selanjutnya, RB Leipzig merampas tempat di Liga Champions UEFA 2017–18 dengan finish untuk runner-up di Bundesliga.
Julukannya ialah Die Roten Bullen (bahasa Inggris: The Red Bulls) sebab perusahaan minuman energi Red Bull jadi salah satu investor club.
Sesudah pengambilalihan SV Austria Salzburg (saat ini FC Red Bull Salzburg), Red Bull berupaya untuk mengeluarkan project yang sepadan dalam sepakbola Jerman di tahun 2006 untuk pasarkan produknya lebih baik. Untuk maksud ini, Red Bull mengontak club sepak bola FC St. Pauli, TSV 1860 Munich serta Fortuna Düsseldorf. Untuk investasi dalam suatu club, Red Bull tuntut sebagian besar 50 + 1 % dan perkembangan nama club, simbol club serta warna club.
Sebab ke-3 club tidak terima tuntutan Red Bull [5], Red Bull berupaya untuk memperoleh pijakan di sepakbola Leipzig. Entri di FC Sachsen Leipzig tidak berhasil, bagaimana juga, di Perkumpulan Sepak Bola Jerman (DFB), yang menampik untuk memberi kesepakatan sebab ketidaksepakatan hukum, serta dari protes fans. [6] DFB cemas jika investor akan memberi kebanyakan impak.
